Pemindahan Terminal Cicaheum Masih Ada yang Pro Kontra

Leo Yanmer
Leo Yanmer Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:01 WIB
Pemindahan Terminal Cicaheum  Masih  Ada yang Pro Kontra

MEDIAKASASI | BANDUNG-- Pemindahan layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dari Terminal Cicaheum ke Leuwipanjang masih jadi perdebatan. Pro kontra di tengah rencana tersebut juga ditanggapi sopir bus yang sehari-hari mengangkut penumpang di Cicaheum. 

Salah satu sopir, Joko, merespons positif pemindahan layanan penumpang tersebut. Joko yang sehari-hari menjadi sopir bus Sugeng Rahayu itu menilai, pemindahan terminal ke Leuwipanjang justru mengefektifkan waktu tempuh para sopir.

Sopir tidak harus mengangkut penumpang di dua terminal, dan seluruhnya ditempatkan di Leuwipanjang.

"Saya lebih bagus jadi satu di Leuwipanjang, masalahnya Sugeng Rahayu ada dua tempat. Kalau jadi satu kan enak, nggak harus motong di Cileuyi. Enaknya dari Leuwipanjang, jadi langsung jalan," kata di Terminal Cicaheum, Sabtu (30/5/2026).  

Alasan lain yang membuatnya setuju ialah jarak terminal Leuwipanjang dengan pintu masuk tol yang lebih dekat, ketimbang dari Cicaheum ke Cileunyi.

"Kalau Leuwipanjang naiknya langsung tol, kalau di sini kan pasti macet, terus di Cinunuk, Cibiru pasti macet. Kalau hari biasa gak pernah, gak macet, Lebaran saja longgar jalannya. Leuwipanjang macetnya palin satu atau dua kilo," ucapnya.

Meski mendukung rencana pemindahan, Joko masih menarik penumpang di Cicaheum dikarenakan perintah kantornya.

Meski sudah ada surat edaran yang mengimbau untuk mengosongkan Terminal Cicaheum terhitung tanggal 25 Mei 2026 kemarin, tetapi hingga hari ini masih ada PO bus yang menarik penumpang di sini.

"Kemarin satu hari sudah pindah ke sana (Leuwipanjang), di sini penumpangnya masih banyak yang ke Yogyakarta dan Solo, jadi di sini nggak muat karena orang pada tahu di sini masih beroperasi. Jadi kami ditarik oleh perusahaan untuk balik lagi ke Cicaheum. Nanti kalau di sini sudah tutup, kami kembali ke Leuwipanjang," jelasnya.

Dia pun meyakini, meski dipindahkan ke Leuwipanjang, PO bus nya tidak akan kehilangan penumpang.

"Tidak berpengaruh, justru enak jadi satu. Sugeng Rahayu kebagi tiga, Cimahi, Cicaheum, Leuwipanjang. Cuma tetap jamnya sama, alangkah baiknya kalau jadi satu kan enak," tuturnya.

Joko berharap, apabila seluruh layanan bus sudah pindah ke Leuwipanjang, pembenahan di terminal pun dilakukan.

"Harapannya, semoga Leuwipanjang tetap dibenahi terminalnya," pungkasnya.

Untuk diketahui, Terminal Cicaheum masuk sebagai salah satu lokasi proyek Depo Bandung Rapid Transit (BRT) yang saat ini sedang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung

Imbasnya, terminal yang sudah beroperasi sejak tahun 1974 harus ditutup dan layanannya dipindahkan ke Leuwipanjang. Berdasarkan data yang diterima, hingga hari ini sudah 80 persen PO Bus yang pindah, dan tersisa sekitar lima perusahaan lagi yang masih bertahan.***


Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar.

JADWAL
SHOLAT
Jumat, 30 Oktober 2026
Memuat...
  • Imsak--:--
  • Subuh--:--
  • Zuhur--:--
  • Ashar--:--
  • Magrib--:--
  • Isya--:--

Sumber : Kementerian Agama RI