MEDIAKASASI | SOREANG-- Penguatan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar tetap menjadi perhatian pemerintah khususnya di Kabupaten Bandung, sebagai alat komunikasi serta menjadi identitas bangsa, pemersatu masyarakat, sekaligus fondasi dalam membangunpelayanan publik yang berkualitas.
Komitmen tersebut terlihat saat Pemerintah Kabupaten Bandung menerima kunjungan koordinasi dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat dalam rangka pelaksanaan Program Pembinaan Lembaga dalam Pengutamaan Bahasa Negara, Senin (22/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung itu menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta berbagai instansi dan sektor swasta dalam meningkatkan kualitas penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik maupun dalam tata kelola kelembagaan.
Kunjungan dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat disambut oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Mochamad Usman yang mewakili Bupati Bandung Dadang Supriatna. Selain Asisten yang ikut mendampingi adalah Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Yusuf Salim bersama jajaran Bidang Pendidikan Nonformal (PNF), Pengembangan Bahasa dan Sastra.
Dalam pantauan mediakasasi, tampak perwakilan Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung, Dinas Kesehatan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Perhubungan, hingga perwakilan lembaga swasta dari sektor perhotelan, pariwisata, dan kuliner.
Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Yusuf Salim menyampaikan apresiasi atas langkah Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat yang secara konsisten menghadirkan program pembinaan lembaga dalam pengutamaan bahasa negara.
Menurut Yusuf, program tersebut merupakan bagian dari upaya strategis dalam membangun budaya berbahasa yang baik dan benar di lingkungan pemerintahan maupun sektor swasta. Penggunaan Bahasa Indonesia yang sesuai kaidah diyakini mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperjelas informasi kepada masyarakat, serta memperkuat citra kelembagaan.
Ia menegaskan bahwa pengutamaan Bahasa Indonesia bukan hanya tanggung jawab satu institusi semata, melainkan menjadi kewajiban bersama seluruh elemen bangsa. Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor agar implementasinya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Menurutnya, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar harus tercermin dalam berbagai aspek, mulai dari pelayanan publik, dokumen resmi, papan informasi, media komunikasi, hingga berbagai bentuk layanan digital yang saat ini semakin banyak digunakan masyarakat.
"Pengutamaan Bahasa Indonesia merupakan tanggung jawab bersama yang perlu diwujudkan melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor, baik dalam pelayanan publik, dokumen resmi, media informasi, maupun komunikasi kelembagaan," tegasnya.
Yusuf berharap kegiatan koordinasi dan sosialisasi yang dilaksanakan bersama Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat mampu membangun kesamaan persepsi di antara seluruh pemangku kepentingan. Dengan adanya pemahaman yang sama, setiap lembaga dapat menyusun langkah nyata dalam menerapkan penggunaan Bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah dan regulasi yang berlaku.
Yusup Salim menilai, penguatan Bahasa Indonesia juga memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Bahasa yang baik menjadi sarana penting dalam proses pendidikan, pelayanan, penyebaran informasi, hingga penguatan karakter kebangsaan.
Program pembinaan yang diinisiasi Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya budaya literasi yang lebih kuat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga marwah Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara
Di tengah tantangan era digital yang ditandai dengan maraknya penggunaan istilah asing dan bahasa populer di berbagai platform komunikasi, pengutamaan Bahasa Indonesia menjadi langkah strategis untuk memastikan identitas nasional tetap terjaga tanpa menghambat keterbukaan terhadap perkembangan global.
Semangat itulah yang kini terus dibangun Pemerintah Kabupaten Bandung bersama berbagai pemangku kepentingan, sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.***