MEDIAKASASI | BANDUNG--Keberhasilan Program Saguling Eco Water City & Biosphere Reserve Initiative tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kuatnya kepemimpinan, sinergi lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat.
Sebagai nahkoda Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Bupati Jeje Ritchie Ismail diharapkan menjadi penggerak utama kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, komunitas lingkungan, serta pesantren dalam mewujudkan pemulihan Waduk Saguling.
Sinergi dengan gerakan santri lingkungan melalui Program Pesantren Hijau dan GARDA SAGULING (Gerakan Muda Santri Gugus Lingkungan) menjadi modal sosial yang sangat penting.
Para santri tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan, konservasi air, rehabilitasi DAS, dan ekonomi sirkular berbasis masyarakat.
Dengan dukungan penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, serta seluruh pemangku kepentingan, Saguling memiliki peluang besar untuk menjadi contoh nasional restorasi ekosistem waduk, pusat ekonomi hijau, dan kawasan biosfer yang berkelanjutan.
Semoga ikhtiar ini menjadi amal bersama dalam menjaga amanah Allah SWT atas kelestarian alam, menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat, serta mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang menuju terwujudnya Biosfer Saguling 2045.***