MEDIAKASASI | CIANJUR-- Sehubungan dengan pemberitaan yang dimuat oleh MEDIAKASASI dengan judul "Waspadai Revitalisasi PKBM AL KHOER Diduga Menjadi Ajang Manfaat Oleh Kepala Sekolah", maka pihak sekolah memberikan klarifikasi yang langsung disampaikan oleh Kepala Sekolah PKBM AL KHOER, Rabu (2/9/2026).
Menyampaikan klarifikasi resmi sebagai berikut:
1. Terkait Program Revitalisasi.
Benar bahwa PKBM AL KHOER menerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang merupakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan total anggaran sebesar Rp. 473.920.000 untuk pembangunan ruang kelas baru dan toilet baru. Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan negara tersebut.
2. Terkait Dugaan Tidak Ada Papan Informasi dan Gambar Rencana.
Informasi tersebut telah kami siapkan, namun belum sempat kami pasang. Papan informasi proyek telah kami pasang di depan lokasi pembangunan. Demikian juga gambar rencana pembangunan tersedia dan ditempel di ruang sekretariat P2SP agar dapat dilihat oleh masyarakat, wali murid, dan pengawas. Jika saat tim mediakasasi datang tidak terlihat, kemungkinan tertutup material atau terkena angin, namun akan segera kami pastikan kembali terpasang dengan jelas.
3. Terkait Dugaan Pekerja Diborongkan Rp. 25 Juta, bahwa sesuai juknis revitalisasi dari Kemendikdasmen, pelaksanaan dilakukan secara swakelola oleh Panitia Pelaksana Satuan Pendidikan (P2SP) dengan melibatkan tukang dan pekerja lokal secara harian, serta mengedepankan gotong royong masyarakat secara sukarela untuk pembersihan lahan dan lingkungan. Semua pembayaran upah tercatat dalam pembukuan P2SP.
4. Terkait Dugaan Galian Pondasi Tidak Sesuai Spek dan Penggunaan Pasir Sungai.
Kami pastikan pembangunan dilaksanakan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan oleh Kemendikdasmen. Material pasir yang digunakan adalah pasir yang layak pakai dan memenuhi standar konstruksi. Pengambilan material dari wilayah Sindangbarang adalah dari toko material resmi yang memang menyuplai pasir sungai yang sudah biasa digunakan untuk pembangunan di wilayah Tanggeung. Kualitas pondasi dan adukan tetap menjadi prioritas utama kami.
5. Terkait Dugaan Menjadi Ajang Manfaat Pribadi.
Kami menegaskan bahwa tidak ada niat dan tindakan untuk mengambil manfaat pribadi dari program ini. Seluruh dana dikelola secara transparan oleh P2SP, dibelanjakan dengan nota, dan akan diaudit serta dipertanggungjawabkan kepada Kemendikdasmen. Program ini adalah amanah untuk menyediakan layanan pendidikan yang aman, layak dan bermutu, bukan untuk kepentingan pribadi.
Dengan klarifikasi ini, kami berharap pemberitaan dapat diluruskan. Kami sangat terbuka apabila MEDIAKASASI dan masyarakat ingin datang langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan fisik, melihat dokumen pertanggungjawaban, dan berdialog dengan P2SP dan warga.