PABPDSI Gelar Retreat Nasional, Perkuat Pembangunan dari Desa

Iwan Ridwan Rosyadi
Iwan Ridwan Rosyadi Rabu, 03 Juni 2026 - 11:56 WIB
PABPDSI Gelar Retreat Nasional, Perkuat Pembangunan dari Desa
Ketua Dewan Pembina DPP PABPDSI Jenderal TNI (Purn) Prof Dr Dudung Abdurachman bersama Ketua Umum PABPDSI, H Fery Radiansyah, ST MM

MEDIAKASASI | PURWAKARTA-- Purwakarta bersiap mencatatkan sejarah. Pada 11–13 Juli 2026, Kabupaten yang terletak di koridor strategis Jawa Barat ini akan menjadi pusat gravitasi bagi 25.000 perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari seluruh penjuru nusantara. Agenda nasional berupa Pelantikan DPP PABPDSI periode 2026–2032 dan Retreat Nasional.

BPD Indonesia ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk menjadikan desa sebagai “bintang utama” dalam struktur pembangunan nasional sesuai visi Asta Cita Presiden RI.


Secara geografis, Purwakarta yang menjadi titik temu jalur ekonomi antara Bandung dan Jakarta dipilih sebagai lokasi strategis.

Hj. Neng Supartini P., S.Ag., M.M., selaku Ketua Panitia Nasional, menegaskan bahwa desa adalah kunci pemerataan ekonomi.

Selama tiga hari, para perwakilan BPD dari Sabang hingga Merauke akan mengikuti serangkaian pembekalan intensif di Hotel Harper Purwakarta hingga puncak acara di Lapangan Panca Waluya, Kiarapedes.

Salah satu agenda yang paling ditunggu adalah peluncuran enam Satuan Tugas (Satgas) Nasional. Satgas ini dirancang untuk bekerja sama dengan lembaga negara seperti KPK, Kejaksaan, hingga BNN guna mengawal isu krusial di desa, mulai dari pengawasan gizi, pengembangan koperasi, hingga pencegahan korupsi.

Bagi peserta luar Jawa, panitia telah menyiapkan fasilitas “rumah singgah provinsi” dan sistem logistik transportasi yang mumpuni. Hal ini menjamin bahwa suara dari pelosok desa tetap terdengar lantang di pusat pemerintahan.

Ezi Fitriana, Sekretaris Panitia, menyebut kehadiran ribuan perwakilan ini adalah “kekuatan terbesar” bagi demokrasi desa.

Di tengah tantangan zaman, sinergi antara BPD, pemerintah, dan TNI melalui kemitraan strategis ini menjadi harapan baru.

Desa tidak lagi dipandang sebagai objek pembangunan yang pasif, melainkan aktor utama yang berdaulat secara ekonomi dan politik.

Dengan pengawalan ketat dari Satgas Nasional yang dibentuk, diharapkan tidak ada lagi celah bagi penyimpangan di tingkat desa, sehingga kesejahteraan rakyat benar-benar menyentuh akar rumput di seluruh pelosok nusantara.***

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar.

JADWAL
SHOLAT
Kamis, 11 Juni 2026
Memuat...
  • Imsak--:--
  • Subuh--:--
  • Zuhur--:--
  • Ashar--:--
  • Magrib--:--
  • Isya--:--

Sumber : Kementerian Agama RI