PPSI Kabupaten Bandung Bangkit: Lestarikan Silat Warisan Leluhur, Tanamkan ke Generasi Muda

GINDO
GINDO Rabu, 23 September 2026 - 10:52 WIB
PPSI Kabupaten Bandung Bangkit: Lestarikan Silat Warisan Leluhur, Tanamkan ke Generasi Muda
Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Pencak Silat Indonesia (DPD PPSI) Kabupaten Bandung masa bakti 2026-2031 resmi akan dilantik dan dikukuhkan hari ini, Rabu, 23 September 2026, di Gedung Moch. Toha, Komplek Pemkab Bandung.

MEDIAKASASI | SOREANG-- Denyut seni tradisi Sunda akan kembali berdegup kencang di Kabupaten Bandung. Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Pencak Silat Indonesia (DPD PPSI) Kabupaten Bandung masa bakti 2026-2031 resmi akan dilantik dan dikukuhkan hari ini, Rabu, 23 September 2026, di Gedung Moch. Toha, Komplek Pemkab Bandung.

Pelantikan ini bukan sekadar seremonial organisasi. Ini menjadi momentum kebangkitan untuk menjaga, ngamumule, dan mengembangkan pencak silat sebagai jati diri urang Sunda.

Acara bersejarah ini dijadwalkan dihadiri langsung Bupati Bandung Dadang Supriatna, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPSI, jajaran DPW PPSI Jawa Barat, serta pendekar-pendekar dari seluruh paguron se-Kabupaten Bandung. Sejumlah Kepala OPD dan dinas terkait kebudayaan juga turut diundang.

Gelombang pelantikan PPSI periode 2026-2031 sendiri memang tengah bergulir di berbagai daerah, mulai dari Kabupaten Kuningan, Kota Bogor, Kota Tanjungbalai, hingga Kabupaten Bandung Barat yang dinakhodai Jajang Nurjaman. Di Kabupaten Bandung, prosesnya diawali melalui Konferda yang dibuka langsung Bupati Dadang Supriatna di Aula Kodim 0624 pada Februari lalu.

Dari Pendataan Paguron hingga Silaturahmi Budaya

Nahkodai baru PPSI Kabupaten Bandung, H. Ali Nurdin, menegaskan dirinya tidak ingin berlama-lama dalam euforia pelantikan. Kerja nyata sudah menanti.

"Langkah pertama setelah dikukuhkan, kami akan langsung melakukan pembenahan organisasi dan pendataan total seluruh paguron yang ada di Kabupaten Bandung," ujar tokoh masyarakat Kabupaten Bandung tersebut.

Menurut Ali, pendataan ini krusial. Kabupaten Bandung diyakini memiliki ratusan paguron dengan potensi besar yang selama ini belum terpetakan secara menyeluruh.

"Ini menjadi fondasi untuk memperkuat organisasi. Kita harus tahu potensinya, keberadaannya, kondisinya. Agar semua bisa terakomodasi," tegasnya.

Bagi Ali, pencak silat bukan sekadar bela diri. Ia adalah warisan, nafas budaya yang dititipkan leluhur.

"Pencak silat adalah seni budaya yang wajib kita pertahankan. Di Kabupaten Bandung, kita kaya akan paguron dan pelaku seni. Mereka harus diberi ruang untuk terus hidup dan berkembang," katanya.

Kuncinya, kata Ali, adalah kebersamaan. Ia akan merajut kembali silaturahmi yang sempat renggang antar pelaku seni budaya.

"Penguatan akan kita lakukan lewat silaturahmi. Kita ingin bangun kebersamaan. Dengan bersama, insyaallah budaya warisan leluhur ini akan tetap lestari," tuturnya.

Sinergi dengan Pemkab dan Masuk ke Sekolah

Ali menyambut baik perhatian besar Bupati Bandung Dadang Supriatna terhadap seni budaya. Dukungan pemerintah daerah, menurutnya, akan menjadi energi besar bagi PPSI.

"Pelestarian pencak silat akan jauh lebih optimal jika didorong pemerintah daerah. Kami melihat Pak Bupati memiliki perhatian dan kecintaan yang besar terhadap pencak silat. Ini modal kuat untuk bersinergi," ujarnya.

Ke depan, DPD PPSI Kabupaten Bandung akan aktif membangun komunikasi lintas OPD — mulai dari Dinas Kebudayaan, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Pemuda dan Olahraga. Tujuannya agar pencak silat masuk dalam program bersama, bukan berjalan sendiri.

Puncaknya, Ali ingin pencak silat kembali ke akar paling dasar: generasi muda.

"Pelestarian harus dimulai dari anak-anak kita. Kami akan dorong pengenalan nilai-nilai pencak silat melalui sekolah-sekolah, bersinergi dengan Dinas Pendidikan," jelasnya.

Selain itu, tradisi pasanggiri atau festival pencak silat akan digalakkan secara rutin, dari level paguron hingga level kabupaten.

"Pasanggiri bukan hanya soal juara. Ini adalah panggung untuk menumbuhkan kecintaan anak muda pada budaya sendiri," kata Ali.

Ia menutup dengan komitmen kuat. PPSI Kabupaten Bandung siap menjadi mitra strategis Pemkab Bandung.

"Kami berkomitmen mendorong program Pemkab. Kami ingin pencak silat tidak hanya bertahan, tapi terus berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung," pungkasnya.

Tanamkan BUDAYA sejak dini. Jika akar tradisi sudah tertanam kuat di hati anak-anak kita, InsyaAllah jati diri bangsa akan tetap tegak terjaga.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar.

JADWAL
SHOLAT
Jumat, 30 Oktober 2026
Memuat...
  • Imsak--:--
  • Subuh--:--
  • Zuhur--:--
  • Ashar--:--
  • Magrib--:--
  • Isya--:--

Sumber : Kementerian Agama RI